GenLabSimulator Genetika Mendel

Genetika Mendel

Silangkan tanaman kacang ercis seperti Gregor Mendel, lalu saksikan bagaimana sifat tinggi, warna, dan bentuk biji diwariskan ke keturunannya.

Media pembelajaran IPA/Biologi โ€“ pewarisan sifat

Nama guru
Nama sekolah

Pilih persilangan

Cara belajar dengan GenLab

Tentukan induknya.
Pilih genotipe kedua induk, lalu lihat gamet dan papan Punnett-nya.
Hasilkan keturunan.
Tekan Mulai dan amati: makin banyak keturunan, makin dekat hasilnya dengan rasio harapan.
Jadi detektif genetika.
Selesaikan tantangan menebak rasio dan genotipe induk, lalu kerjakan kuis.
Jumlah keturunan0
Rasio fenotip harapanโ€“
Hasil pengamatanโ€“
Selisih terbesar dari harapanโ€“
โธ Dijeda

Ketuk induk atau keturunan untuk melihat genotipenya

Atur persilangan

Papan Punnett

Harapan vs pengamatan

Grafik persentase fenotip

Garis tegas = hasil pengamatan, garis putus-putus = harapan teoretis.

Catatan perubahan

    โš ๏ธ Catatan penting: hasil simulasi ini adalah model pembelajaran sederhana. Keturunan diambil secara acak menurut Hukum Mendel, tanpa mutasi, pautan gen, atau pengaruh lingkungan. Angkanya membantu memahami peluang pewarisan, bukan hasil percobaan nyata.

    Gregor Mendel dan kacang ercis

    Gregor Johann Mendel (1822โ€“1884) adalah biarawan sekaligus ilmuwan yang menyilangkan ribuan tanaman kacang ercis (Pisum sativum) di kebun biaranya. Hasil penelitiannya dipublikasikan pada tahun 1866 dan kemudian menjadi dasar ilmu genetika. Karena itu Mendel dijuluki Bapak Genetika.

    Kacang ercis dipilih karena mudah disilangkan, cepat berbuah, menghasilkan banyak keturunan, dan memiliki sifat yang mudah dibedakan.

    Istilah penting

    Gen
    Faktor pembawa sifat menurun.
    Alel
    Bentuk lain dari satu gen, misalnya T (tinggi) dan t (pendek).
    Dominan
    Sifat yang menutupi sifat lain. Ditulis dengan huruf kapital (T).
    Resesif
    Sifat yang tertutupi. Hanya tampak jika kedua alelnya resesif (tt).
    Genotipe
    Susunan alel, misalnya TT, Tt, atau tt. Tidak tampak dari luar.
    Fenotipe
    Sifat yang tampak, misalnya batang tinggi atau pendek.
    Homozigot
    Pasangan alel sama: TT (dominan) atau tt (resesif). Disebut juga galur murni.
    Heterozigot
    Pasangan alel berbeda: Tt.
    Gamet
    Sel kelamin. Setiap gamet hanya membawa satu alel untuk tiap gen.
    P, F1, F2
    P = induk, F1 = keturunan pertama, F2 = keturunan kedua (hasil F1 ร— F1).
    Monohibrid / dihibrid
    Persilangan dengan satu sifat beda / dua sifat beda.
    Dominansi tidak penuh
    Heterozigot menampakkan sifat antara, misalnya bunga pukul empat merah muda.

    Hukum Mendel

    Hukum Mendel I (segregasi)
    Saat pembentukan gamet, pasangan alel memisah sehingga setiap gamet hanya menerima satu alel. Contoh: Tt membentuk gamet T dan t sama banyak.
    Hukum Mendel II (asortasi bebas)
    Alel dari gen yang berbeda bergabung secara bebas saat pembentukan gamet. Contoh: KkBb membentuk empat macam gamet: KB, Kb, kB, kb.

    Rasio yang sering muncul

    PersilanganRasio genotipeRasio fenotipe
    TT ร— tt (galur murni)semua Ttsemua tinggi
    Tt ร— Tt (monohibrid F2)1 TT : 2 Tt : 1 tt3 tinggi : 1 pendek
    Tt ร— tt (uji silang)1 Tt : 1 tt1 tinggi : 1 pendek
    KkBb ร— KkBb (dihibrid F2)9 macam genotipe9 : 3 : 3 : 1
    KkBb ร— kkbb (uji silang dihibrid)1 : 1 : 1 : 11 : 1 : 1 : 1
    Mm ร— Mm (dominansi tidak penuh)1 MM : 2 Mm : 1 mm1 merah : 2 merah muda : 1 putih

    Kalkulator persilangan langkah demi langkah

    Tulis genotipe kedua induk dengan huruf yang sama, misalnya Tt dan tt, atau KkBb dan kkbb (maksimal 3 sifat). Huruf K, B, T, U, dan M memakai sifat kacang ercis dan bunga pukul empat seperti di simulasi.

    ร—

      Informasi aplikasi

      Nama aplikasiGenLab โ€“ Simulator Genetika Mendel
      Nama guru
      Nama sekolah
      SasaranIPA SMP dan Biologi SMA, topik pewarisan sifat

      Tujuan pembelajaran

      • Menjelaskan istilah gen, alel, genotipe, fenotipe, dominan, resesif, homozigot, dan heterozigot.
      • Menentukan gamet dan membuat papan Punnett untuk persilangan monohibrid dan dihibrid.
      • Menjelaskan Hukum Mendel I dan II serta rasio 3 : 1, 1 : 2 : 1, dan 9 : 3 : 3 : 1.
      • Menunjukkan bahwa rasio Mendel adalah peluang yang makin terlihat saat jumlah keturunan makin banyak.

      Petunjuk penggunaan

      1. Pilih skenario, atau atur sendiri jenis persilangan, sifat, dan genotipe kedua induk.
      2. Pelajari gamet dan papan Punnett, lalu tebak rasio keturunannya.
      3. Tekan Mulai untuk menghasilkan keturunan satu per satu, atau โšก +100 untuk menambah 100 keturunan sekaligus. Tekan Jeda untuk berhenti dan Reset untuk mengulang.
      4. Bandingkan tabel harapan dan pengamatan serta grafiknya.
      5. Selesaikan Tantangan, lalu kerjakan Kuis.

      Aturan model simulasi

      1. Dua alel: setiap individu memiliki dua alel untuk setiap gen, satu dari induk jantan dan satu dari induk betina.
      2. Hukum Mendel I: saat membentuk gamet, kedua alel memisah dan setiap alel berpeluang sama (ยฝ) masuk ke gamet.
      3. Hukum Mendel II: pada persilangan dihibrid, alel dari dua gen yang berbeda bergabung secara bebas (gen dianggap tidak terpaut).
      4. Dominan dan resesif: satu alel dominan sudah cukup untuk menampakkan sifat dominan. Pada bunga pukul empat, heterozigot (Mm) menampakkan sifat antara (merah muda).
      5. Peluang: setiap keturunan diundi secara acak. Hasil dari sedikit keturunan bisa jauh dari rasio harapan; makin banyak keturunan, makin dekat.
      6. Penyederhanaan: tidak ada mutasi, pautan gen, maupun pengaruh lingkungan. Gambar tanaman dan biji hanya ilustrasi.

      Hasil simulasi adalah model pembelajaran sederhana, bukan hasil percobaan nyata. Pada makhluk hidup sebenarnya, banyak sifat dipengaruhi lebih dari satu gen dan juga oleh lingkungan.